LAPORAN PRAKTIKUM JENIS-JENIS
BAHAN PAKAN TERNAK

Disusun
oleh :
FANDI TAQIUDDIN RIDHO
C31120987
Dosen pembingbing :
Ir. Anang Sutirtoadi, MP
JURUSAN PETERNAKAN
PROGRAM STUDI PRODUKSI TERNAK
POLITEKNIK NEGERI
JEMBER
TAHUN 2013
BAB I
PENDAHULUAN
Bahan
pakan adalah segala sesuatu yang dapat dimakan oleh ternak dan tidak beracun
terhadap ternak tersebut. Ternak-ternak
dipelihara untuk dimanfaatkan tenaga atau di ambil hasilnya dengan cara
mengembangbiakan sehingga dapat meningkatkan pendapatan para petani. Agara
ternak tumbuh sehat dan kuat, sangat diperlukan pemberian pakan. Pakan berperan
penting dalam kehidupan ternak, baik bagi pertumbuhan ternak maupun untuk
mempertahankan hidup dan menghasilkan produk (susu,telur,daging) serta tenaga
bagi ternak dewasa. Kelangsungan hidup ternak bergantung pada pakan. Pakan yang
dikonsumsi pada ternak harus mengandung gizi yang tinggi. Pakan yang
dikonsumsi digunakan untuk pertumbuhan,
produksi hidup pokok dan repproduksinya. Pakan yang diberikan harus sesuai
karateristik, sistem dan fungsi saluran ternak. Pakan merupakan seluruh makanan
yang disebut kebutuhan pakan ternak yang mengandung berbagai macam nutrisi
meliputi karbohidrat,lemak,protein,vitamin,mineral,dan air. Tingginya konsumsi
ternak terhadap pakan menbuat para peternak sapi,kambing,ayam maupun hewan
ternak lainnya mencari alternatif pakan sebagai selain hijauaan dan dedak padi
pada umumnya. Para peternak pada saat ini telah menambahkan protein,sumber energi,mineral,
dan lain sebagainya. Tentu dengan berbagai jenis pakan yang ada di sekitar kita
maupun berbentuk bungkil atau limbah dari pertanian dan limbah pabrik (tempe
atau tahu).
`Kebutuhan
protein hewani yang kian meningkat, harus di ikuti dengan peningkatan produksi
ternak ruminansia sebagai sumber protein hewani. Upayah yang dapat dilakukan
meningkatkan produksi ternak ruminansia di antaranya dengan perbaikan kualitas
bibit ternak (secara genetik), peningkatan mutu pakan ternak, dan peningkatan
kualitas kesehatan ternak.
Jenis-jenis bahan pakan ternak :
1.
KULIT IDAMAME HALUS
Untuk ternak
ruminansia. Proses dari limbah penggilingan kulit edamame yang di keringkan dan
di halusnya menjadi serabut-serabut. Diberikan pada ternak ruminansia dan non
ruminansia.

2.
BUNGKIL KEDELAI
Hasil
dari limbah pengolahan minyak kedelai yang sudah dikeringkan. Sebagai sumber
energi. Di berikan pada ternak ruminansia dan ternak non ruminansia.

3.
BEKATUL
Hasil
proses akhir dari padi yang bentuknya lebih halus dari PK2. Banyak mengandunng
Vit B(B5). Di berikan pada ternak ruminansia dan non ruminansia.
Bekatul
termasuk dalam sumber energi karena bekatul mengandung zat anti nutrisi seperti
kitin, hemoglutinin dan anti tripsin. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Wahju
(1992) bahwa bekatul juga mengandung calcium-fosfor dan Zn-filtrat yang tinggi.
Bekatul memiliki bentuk serbuk, berwarna cokelat keputihan, bau khas, rasa
hambar dan zat anti nutrisi yang dimiliki adalah oxalat.

4.
KULIT KOPI
Limbah dari kopi
berupa kulit ari yang dikeringkan dan ditumbuk kasar. Kopi yang hanya diambil
kulit kopinya saja dan diambil dari kulit biji kopi yang terluar. Sebagai
sumber protein. Kulit kopi untuk makanan ternak ruminansia. Limbah kulit kopi mengandung protein
kasar 10,4 persen atau hampir sama dengan bekatul. Sedangkan kandungan energi
metabolisnya 3.356 kkal/kg. Salah satu kendala pemanfaatan kulit
kopi sebagai pakan ternak adalah kandungan serat kasarnya yang tinggi (33,14%),
sehingga tingkat kecernaannya sangat rendah. Dengan proses amoniasi, tingkat kecernaan
kulit kopi bisa ditingkatkan.

5.
BUNGKIL KELAPA SAWIT
Berasal
dari limbah pembuatan minyak kelapa sawit yang dikeringkan. Bungkil kelapa
sawit dari belunduk kelapa sawitnya. Sebagai sumber protein nabati.
Limbah
dari pembuatan minyak kelapa sawit yang dikeringkan. Bungkil kelapa banyak
tersedia kandungan protein cukup tinggi sekitar 21,6% dan energi metabolis
sekitar 1540 - 1745 Kkal/Kg. Tetapi bungkil kelapa ini miskin akan Cysine dan
Histidin sertakan dengan lemaknya tinggi sekitar 15%. Oleh karena itu
penggunaan dalam menyusun ransum tidak melebihi 20%, sedang kekurangan Cysine
dan Histidin dapat dipenuhi dari tepung itu atau Cysine buatan pabrik (Santoso,
1996).

6.
PAKAN JADI ERUMBEL
Crumble adalah pellet yang
dikecil-kecilkan untuk mempermudah bahan makanan bisa dimakan oleh ternak non
ruminansia.

7.
BIJI JAGUNG
Berasal
dari tanaman jagung. Sebagai sumber energi. Biji jagung berasal
dari tanaman jagung dan Biji jagung yang dihaluskan berbentuk tepung. Bagi
sebagian besar peternak di Indonesia jagung merupakan salah satu bahan campuran
pakan ternak. Bahkan dibeberapa pedesaan jagung digunakan sebagai bahan pakan
utama.Biasanya jagung dicampur dengan bahan-bahan lainnya seperti dedak,
shorgun, hijauan, dan tepung ikan. Pakan berbahan jagung umumnya diberikan pada
ternak ayam, itik dan puyuh.

8.
TEPUNG JAGUNG
Berasal dari tanaman jagung. Sebagai
sumber energi. Tepung jangung berasal dari biji jagung yang di haluskan
sehingga membentuk tepung jagung.

9.
PK-2
Hasil
dari limbah proses penggilingan padi yang kedua. Sebagai sumber energi. Pakan
ini untuk ternak ruminansia. Di berikan pada ternak ruminansia dan non
ruminansia.

10.
TEPUNG BATU
tepung batu adalah bahan baku pakan
ternak yang diperuntuhkan untuk hewan ternak seperti : sapi,ungas,ikan dll.
Tepung batu memiliki kalsium yang sangat tinggi dan berfungsi untuk membentuk
pertumbuhan tulang pada hewan ternak.

11.
KULIT IDAMAME KASAR
Berasal dari
kedelai yang diambil kulitnya saja dan kulit kedelai dikeringkan. Diberikan
pada ternak ruminansia, tetapi cara pemberiannya tidak boleh terlalu banyak
seharusnya dengan memenuhi standart pemberian saja.

12.
GARAM
Sebagai
sumber NaCl, sebagai sumber penambah nasfu makan ternak dan sebagai sumber
energi. Emberian garam ada yang dicampur dengan minumannya dan ada yang
dicampur dengan makannya, tergantung yang memberinya. Untuk ternak ruminansia
dan non ruinansia.Garam digunakan sebagai sumber Na dan Cl. Penggunaanya
dalam pakan maksimal 0,25%. Jika kelebihan dapat mengakibatkan proses ekskresi
atau pengeluaran feses meningkat.

13.
ONGGOK
berdasarkan
hasil praktikum, onggok termasuk dalam sumber energi karena Kadar protein dapat
dicerna sebesar 0,6% dan martabat patinya 76%. Hal ini sesuai dengan pendapat
Soelistiyono (1976) bahwa susunan zat makanannya berupa 18% air; 0,8% PK; 76%
BETN; 2,2% SK; 0,2% L; 2,5% abu. Onggok memiliki bentuk butiran, warna cokelat,
tidak berbau, rasa hambar, serta memiliki zat antinutrisi berupa mimosin.
Onggok merupakan hasil samping dari pembuatan tapioka ubi kayu yang berwarna
putih sehingga kandungan proteinnya rendah yaitu kurang dari 5%. Anonim (2009)
menambahkan bahwa onggok yang terfermentasi dapat digunakan sebagai bahan baku
pakan ternak terutama ternak unggas.

14.
GRANTEK
Berasal
dari proses 1 penggilingan padi . Gizinya sedikit sekali. Tidak baik buat ayam.
Gerantek ini bis membuat ternak kenyang tetapi tidak membuat gemuk pada ayam.
Gerantek adalah dedek kasar. Diberikan pada ternak ruminansia dan non
ruminansia.

15.
TEPUNG IKAN
Merupakan bahan utama untu keseimbangan asam amino.
Kandungan protein antara 60 – 70 % (impor) dan 45 – 55 % (lokal), tergantung
pada : materi ikan, proses pengolahan, dan penyimpanan kandungan proteinnya
sangat tergantung kepada jenis ikan yang digunakan, ikan laut akan lebih baik
dibandingkan dengan ikan darat jika digunakan untuk membuat tepung ikan
Dapat mendukung bahan baku asal nabati. Harga per satuan beratnya relatif mahal
sehingga bahan baku ini hanya digunakan sebesar 5-12% terhadap total komposisi.

16.
BERAS JAGUNG
Dari
biji jagung yang digiling dan dihaluskan. Sebagai sumber energi ternak.
Diberikan pada ternak non ruminansia.

17.
PELLET
Untuk membuat satu palet pakan ternak baik
itu ikan maupun unggas, pemilihan bahan baku sangat penting, sebenarnya mungkin
bisa ada banyak bahan baku pakan pelet untuk ikan dan unggas di sekitar kita,
namun terkadanag kita tidak menyadarinya. Dalam membuat pelet pakan
ternak ikan ataupun unggas, bahan-bahan yang digunakan harus berfungsi sebagai
sumber energi, sumber protein dan sumber lemak, berikut adalah tabel bahan
makanan/ bahan baku untuk pembuatan pelet ikan dan unggas.

18.
BIOMIX MINERAL
BIOMIX memiliki
banyak manfaat dalam tumbuh kembang hewan
ternak secara sehat alami dan cepat, karena kandungan BIOMIX adalah formula
herbal alami yang diformulasikan khusus untuk hewan ternak oleh professor ahli
hewan ternak, sehat dan alami tanpa menggunakan tambahan bahan kimia ataupun
bahan pengawet.

19.
TETES
Molases
termasuk sumber energi. Molases merupakan hasil samping pada industri
pengolahan gula dengan wujud bentuk cair. Hal tersebut sesuai dengan pendapat
yang menyatakan bahwa molasses adalah limbah utama industri pemurnian gula.
Molases merupakan sumber energi yang esensial dengan kandungan gula didalamnya.
Oleh karena itu, molasses telah banyak dimanfaatkan sebagai bahan tambahan
pakan ternak dengan kandungan nutrisi atau zat gizi yang cukup baik. Molasses
memiliki kandungan protein kasar 3,1 %; serat kasar 0,6 %; BETN 83,5 %; lemak
kasar 0,9 %; dan abu 11,9 % (Pond dkk,1995). Molasses dapat dibedakan menjadi
dua, yaitu: (1) Cane-molasses, merupakan molasses yang memiliki kandungan 25 –
40 % sukrosa dan 12 – 25 % gula pereduksi dengan total kadar gula 50 – 60 %
atau lebih. Kadar protein kasar sekitar
3 % dan kadar abu sekitar 8 – 10 %, yang sebagian besar terbentuk dari K, Ca,
Cl, dan garam sulfat; (2) Beet-molasses merupakan pakan pencahar yang
normalnya diberikan pada ternak dalam jumlah kecil. (Anonimc, 2012). Diberikan
pada ternak ruminansia.

20.
MINYAK KELAPA
Minyak
goreng adalah sebagai sumber energi untuk ternak. Minnyak goring ini diberikan
pada ternak ruminansia.

BAB II
TABEL BAHAN PAKAN
|
NO
|
Nama Bahan pakan
|
Warna Bahan Pakan
|
Tekstur Bahan pakan
|
Bau
|
|
1
|
Kulit
idamame halus
|
Coklat
|
Kasar
|
Apek
|
|
2
|
Bungkil
kedelai
|
Coklat
kekuning
|
Kasar
|
Agak apek
|
|
3
|
Bekatul
|
Coklat
kekuning
|
Halus
|
Tidak sedap
|
|
4
|
Kulit kopi
|
Coklat
kehitaman
|
Kasar
|
Bau kopi
|
|
5
|
Bungkil
kelapa sawit
|
Coklat tua
|
Halus agak
kasar
|
Bau minyak
|
|
6
|
Erumbel
|
Coklat muda
|
Kasar
|
Amis
|
|
7
|
Biji jagung
|
Kuning
kemerahan
|
Butitan
|
Apek
|
|
8
|
Tepung
jagung
|
Kuning
mentega
|
Halus
|
Agak apek
|
|
9
|
PK-2
|
Crem
|
Halus agak
kasar
|
Apek
|
|
10
|
Tepung batu
|
Putih tulang
|
Halus
|
Kapur
|
|
11
|
Kulit
idamame kasar
|
Coklat
|
Masih bentuk
kulit
|
Apek
|
|
12
|
Garam
|
Putih
|
Kasar
|
Amis
|
|
13
|
Onggok
|
Putih tulang
|
Kasar
|
Apek
|
|
14
|
Grantek
|
Coklat
keputihan
|
Kasar
|
Apek
|
|
15
|
Tepung ikan
|
Coklat muda
|
Kasar
|
Amis
|
|
16
|
Beras jagung
|
Kuning
keputihan
|
Kasar
|
Apek
|
|
17
|
Pellet
|
Coklat
|
Kasar
|
Amis
|
|
18
|
Biomix
mineral
|
Kuning
kecoklatan
|
Kasar
|
Apek
|
|
19
|
Tetes
|
Coklat
kehitaman
|
Cairan
kental
|
Kecut
|
|
20
|
Minyak
kelapa
|
Kuning
|
Cairan
kentat
|
Agak tawar
|
BAB III
Kesimpulan
:
Hasil dari
peraktikum ini saya dapat mengetahui dan mengamati berbagai jenis pakan dengan
melihat, mencium bau, meraba dan merasa. Ternyata setiap pakan gak semua ungul
dalam pakan melaikan memiliki kekurangan juga dalam pakan hewan ternak entah
itu kurangnya kandungan protein atau gizi kelebihan maka dari itu hewan ternak
membutuhkan protein dan gizi yg imbang agar hewan tenak mengkasilkan atau
memperoleh daging,telur,atau susu dengan baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar