jam

Sabtu, 22 Juni 2013

Pengamatan Macam-Macam Bahan Makanan Ternak



LEMBAR TUGAS PRAKTIKUM
Latihan No.                           : 1
Judul Acara Praktikum        : Pengamatan Macam-Macam Bahan Makanan Ternak
Tanggal                                  : 11 Maret 2013
Nama                                      : fandi taqiuddin ridho
Nim                                         : C31120987
Kelompok                              : 2
Dosen Pembingbing             : Ir. Anang Sutirtoadi, MP

1.     Onggok

Foto0070.jpg
Berasal dari limbah ketela pohon/ singkong yang diambil sari pati (proses pembuatan tepung tapioka). Sebagai sumber energi(bahan baku). Untuk ternak non ruminansia.
Onggok merupakan limbah padat agro industri pembuatan tepung tapioca yang dapat dijadikan sebagai media fermentasi dan sekaligus sebagai pakan ternak. Onggok dapat dijadikan sebagai sumber karbon dalam suatu media karena masih banyak mengandung PATI(75 %) yang tidak terekstrak, tetapi kandungan protein kasarnya rendah yaitu, 1.04 %berdasarkan bahan kering Penggunaan onggok untuk bahan baku penyusunan pakan ternak masih sangat terbatas, terutama untuk hewan monogastrik. Hal ini disebabkan kandungan proteinnya yang rendah disertai dengan kandungan serat kasarnya yang tinggi (lebih dari 35%).
Tabel Gizi Onggok.
Gizi
Tanpa ferementasi (%BK)
Fermentasi (% BK)
Protein kasar
2,2
18,6
Karbohidrat
51,8
36,2
Abu
2,4
2,6
Serat Kasar
10,8
10,46

2.     Kulit Kopi

Foto0069.jpg
Limbah dari kopi berupa kulit ari yang dikeringkan dan ditumbuk kasar. Kopi yang hanya diambil kulit kopinya saja dan diambil dari kulit biji kopi yang terluar. Sebagai sumber protein. Kulit kopi untuk makanan ternak ruminansia.
Limbah kulit kopi mengandung protein kasar 10,4 persen atau hampir sama dengan bekatul. Sedangkan kandungan energi metabolisnya 3.356 kkal/kg.
            Salah satu kendala pemanfaatan kulit kopi sebagai pakan ternak adalah kandungan serat kasarnya yang tinggi (33,14%), sehingga tingkat kecernaannya sangat rendah. Dengan proses amoniasi, tingkat kecernaan kulit kopi bisa ditingkatkan.

3.     Bungkil Kelapa Sawit

Foto0065.jpg
Berasal dari limbah pembuatan minyak kelapa sawit yang dikeringkan. Bungkil kelapa sawit dari belunduk kelapa sawitnya. Sebagai sumber protein nabati.
Limbah dari pembuatan minyak kelapa sawit yang dikeringkan. Bungkil kelapa banyak tersedia kandungan protein cukup tinggi sekitar 21,6% dan energi metabolis sekitar 1540 - 1745 Kkal/Kg. Tetapi bungkil kelapa ini miskin akan Cysine dan Histidin sertakan dengan lemaknya tinggi sekitar 15%. Oleh karena itu penggunaan dalam menyusun ransum tidak melebihi 20%, sedang kekurangan Cysine dan Histidin dapat dipenuhi dari tepung itu atau Cysine buatan pabrik (Santoso, 1996).

4.     Edamame Giling

Foto0073.jpg
Untuk ternak ruminansia. Proses dari limbah penggilingan kulit edamame yang di keringkan dan di halusnya menjadi serabut-serabut. Diberikan pada ternak ruminansia dan non ruminansia.

5.     Garam

Foto0061.jpg
Sebagai sumber NaCl, sebagai sumber penambah nasfu makan ternak dan sebagai sumber energi. Emberian garam ada yang dicampur dengan minumannya dan ada yang dicampur dengan makannya, tergantung yang memberinya. Untuk ternak ruminansia dan non ruinansia.
Garam digunakan sebagai sumber Na dan Cl. Penggunaanya dalam pakan maksimal 0,25%. Jika kelebihan dapat mengakibatkan proses ekskresi atau pengeluaran feses meningkat.








6.     Tepung Ikan

Foto0063.jpg
Berasal dari limbah ikan yang berupa kelapa dan isi perut yang sudah dihalukn dan dikeringkan. Sebagai sumber protein hewani (limbah ikan dari proses engolahan minyak ikan). Lebih banyak diperoleh dari limbah ikan laut.
Tepung ikan adalah sumber protein yang sangat baik untuk unggas, karena mengandung asam-asam amino essensial yang cukup untuk kebutuhan ayam dan sumber dari lisin dan metionin, tepung ikan yang tidak rusak karena pengolahan mengandung energi metabolis yang cukup tinggi dibanding dengan bahan-bahan makanan lainnya yang digunakan  dalam ransum unggas (Wahyu, 1992). Penggunaan dalam komposisi pakan ternak unggas mencapai 15%-20% (Murtidjo, 1991). Susunan zat-zat makanan dapat diperhitungkan sebagai berikut: 12% air; 53,3% protein; 4,3% BETN; 1% serat kasar; 8,4% lemak; 20,9 % abu, kadar protein dapat dicerna 43,2% dan martabat patinya 61% (Soetisno, 1979).

7.     Biji Jagung

Foto0068.jpg
Berasal dari tanaman jagung. Sebagai sumber energi.
Biji jagung berasal dari tanaman jagung dan Biji jagung yang dihaluskan berbentuk tepung. Bagi sebagian besar peternak di Indonesia jagung merupakan salah satu bahan campuran pakan ternak. Bahkan dibeberapa pedesaan jagung digunakan sebagai bahan pakan utama.Biasanya jagung dicampur dengan bahan-bahan lainnya seperti dedak, shorgun, hijauan, dan tepung ikan. Pakan berbahan jagung umumnya diberikan pada ternak ayam, itik dan puyuh.

Kandungan gizi Jagung per 100 gram bahan adalah :

Kalori              :           355      Kalori
Protein             :
           9,2       gr
Lemak             :
           3,9       gr
Karbohidrat     :
           73,7     gr
Kalsium           :
           10        mg
Fosfor              :
           256      mg
Ferrum             :
           2,4       mg
Vitamin A       :
           510      SI
Vitamin B1     :
           0,38     mg
Air                   :
           12        gr

8.     Kulit Edamame

Foto0071.jpg
Berasal dari kedelai yang diambil kulitnya saja dan kulit kedelai dikeringkan. Diberikan pada ternak ruminansia, tetapi cara pemberiannya tidak boleh terlalu banyak seharusnya dengan memenuhi standart pemberian saja.

9.     Gerantek

Foto0062.jpg
Berasal dari proses 1 penggilingan padi . Gizinya sedikit sekali. Tidak baik buat ayam. Gerantek ini bis membuat ternak kenyang tetapi tidak membuat gemuk pada ayam. Gerantek adalah dedek kasar. Diberikan pada ternak ruminansia dan non ruminansia.


10.                        PK2

Foto0077.jpg
Hasil dari limbah proses penggilingan padi yang kedua. Sebagai sumber energi. Pakan ini untuk ternak ruminansia. Di berikan pada ternak ruminansia dan non ruminansia.

11.                        Bekatul

Foto0057.jpg
Hasil proses akhir dari padi yang bentuknya lebih halus dari PK2. Banyak mengandunng Vit B(B5). Di berikan pada ternak ruminansia dan non ruminansia.
Bekatul termasuk dalam sumber energi karena bekatul mengandung zat anti nutrisi seperti kitin, hemoglutinin dan anti tripsin. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Wahju (1992) bahwa bekatul juga mengandung calcium-fosfor dan Zn-filtrat yang tinggi. Bekatul memiliki bentuk serbuk, berwarna cokelat keputihan, bau khas, rasa hambar dan zat anti nutrisi yang dimiliki adalah oxalat.

Kandungan nutrisi bekatul :

Bahan kering   91%
Protein kasar   13,5%
Lermak kasar   0,6%
Serat kasar       13%
Kalsium           0,1%
Pospor             1,7%





12.                        Bungkil Kedelai

Foto0066.jpg
Hasil dari limbah pengolahan minyak kedelai yang sudah dikeringkan. Sebagai sumber energi. Di berikan pada ternak ruminansia dan ternak non ruminansia.

13.                        Jagung Giling

Foto0072.jpg
Dari biji jagung yang digiling dan dihaluskan. Sebagai sumber energi ternak. Diberikan pada ternak non ruminansia.
















14.                        Konsentrat

Foto0078.jpg
Berasal dari campuran beberapa bahan makanan. Untuk ternak ruminansia dan non ruminansia.

15.                        Pellet

Foto0074.jpg
Untuk membuat satu palet pakan ternak baik itu ikan maupun unggas, pemilihan bahan baku sangat penting, sebenarnya mungkin bisa ada banyak bahan baku pakan pelet untuk ikan dan unggas di sekitar kita, namun terkadanag kita tidak menyadarinya.
Dalam membuat pelet pakan ternak ikan ataupun unggas, bahan-bahan yang digunakan harus berfungsi sebagai sumber energi, sumber protein dan sumber lemak, berikut adalah tabel bahan makanan/ bahan baku untuk pembuatan pelet ikan dan unggas.





16.                        Crumble

Foto0075.jpg

Crumble itu sama dengan pellet. Crumble adalah pellet yang dikecil-kecilkan untuk mempermudah bahan makanan bisa dimakan oleh ternak non ruminansia.






17.                        Ampas Tahu

Ampas tahu merupakan hasil ikutan proses pembuatan tahu, yang dapat digunakan sebagai bahan pakan ternak ruminansia. Bahan pakan ini mudah di dapat dan memiliki nilai gizi cukup baik dengan kandungan protein kasar 21%. Sebagai pakan tambahan, ampas tahu dapat berfungsi melengkapi protein dari hijauan.

Komposisi zat-zat makanan ampas tahu :

BK                  13,3%
PrK                  21,0%
Serat kasar       23,58%
Lemak kasar    10,49%
NDF                51,93%
ADF                25,63%
Abu                 2,96%
Ca                    0,53%
P                      0,24%
Eb                    47,30%

            Pemanfaatan ampas tahu sangat efektif apalagi pada sapi potong, pertambahan berat badan akan lebih cepat. Selain pertumbuhan lebih cepat, karkasnya biasa mencapai 60% dari berat sapi hidup. Biasanya pemberiannya dicampur dengan bekatul diberi air dan lebih baik lagi jika dicampur dengan ketela yang telah dicacah maka pertambahan atau pertumbuhan akan lebih optimal.

18.                        Minyak Goreng

Minyak goreng adalah sebagai sumber energi untuk ternak. Minnyak goring ini diberikan pada ternak ruminansia

19.                        Tetes/Molasis

Molases termasuk sumber energi. Molases merupakan hasil samping pada industri pengolahan gula dengan wujud bentuk cair. Hal tersebut sesuai dengan pendapat yang menyatakan bahwa molasses adalah limbah utama industri pemurnian gula. Molases merupakan sumber energi yang esensial dengan kandungan gula didalamnya. Oleh karena itu, molasses telah banyak dimanfaatkan sebagai bahan tambahan pakan ternak dengan kandungan nutrisi atau zat gizi yang cukup baik. Molasses memiliki kandungan protein kasar 3,1 %; serat kasar 0,6 %; BETN 83,5 %; lemak kasar 0,9 %; dan abu 11,9 % (Pond dkk,1995).
Molasses dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: (1) Cane-molasses, merupakan molasses yang memiliki kandungan 25 – 40 % sukrosa dan 12 – 25 % gula pereduksi dengan total kadar gula 50 – 60 % atau lebih. Kadar  protein kasar sekitar 3 % dan kadar abu sekitar 8 – 10 %, yang sebagian besar terbentuk dari K, Ca, Cl, dan garam sulfat; (2) Beet-molasses­ merupakan pakan pencahar yang normalnya diberikan pada ternak dalam jumlah kecil. (Anonimc, 2012). Diberikan pada ternak ruminansia.

20.                        Premix :

Premik ini adalah bahan tambahan yang diberikan pada ternak ruminansia dan non ruminansia. Proses penambahannya sangat kecil. Tekstur sangat lembut dan partikel-partikelnya kecil.

Premik yang ada di Politeknik Negeri Jember ada 2 yaitu:
a.       P. mineral
b.      P.vit



























KLASIFIKASI BAHAN MAKANAN TERNAK
ORGANOLEPTIK

No
Nama Bahan Pakan
Warna Bahan Pakan
Tekstur Bahan Pakan
Bau
1
Onggok
Putih Tulang
Halus agak kasar
-
2
Kulit Kopi
Coklat Tua
Kasar
Apek
3
Bungkil Kelapa Sawit
Coklat Kehitaman
Halus agak kasar
Apek
4
Edamame Giling
Coklat Muda
Serabut
Apek
5
Garam
Putih Bening
Kasar
Amis
6
Tepung Ikan
Coklat Muda
Halus agak kasar
Amis, gurih
7
Jagung
Kuning ke Orange
Kasar (padat)
-
8
Kulit Kedelai
Coklat
Kulit kedelai
Apek
9
Gerantek
Krem
Kasar
-
10
PK 2
Coklat Muda
Halus agak kasar
Tengik
11
Bekatul
Kuning Pucat
Halus
-
12
Bungkil Kedelai
Coklat Muda
Kasar
-
13
Jagung Giling
Putih Kekuningan
Kasar
Manis
14
Konsentrat
Coklat
Kasar
-
15
Pelet
Coklat
Padat(bulat memanjang/tabung)
Amis
16
Crumble
Coklat
Padat (bulat kecil-kecil)
Amis
17
Minyak Goreng
Coklat Bening
Cair
-
18
Tetes/Molasis
Hitam
Cair
-
19
Premik Mineral
Putih Tulang
Sangat Lembut
-
20
Premik Vit.
Putih Tulang
Sangat Lembut
-












Bahan Pakan Sebagai Sumber Ternak

A.   Bahan Pakan Sebagai Sumber Energi Ternak
·         Onggok
·         Biji Jagung
·         Biji Jagung Giling
·         PK 2
·         Bekatul
·         Gerantek
·         Tetes atau Molasis
·         Minyak Goreng

B.   Bahan Pakan Sebagai Sumber Protein Ternak
·         Tepung Ikan
·         Kulit Kopi
·         Bungkil Kedelai
·         Bungkil Kelapa Sawit
·         Kulit Edamame
·         Kulit Edamame Giling
·         Konsentrat
·         Pelet
·         Crumble

C.   Bahan Pakan Sebagai Sumber Mineral Ternak
·         Garam
·         Tetes/Molasis
·         Premik Mineral(minmix)
·         Premik Vit(vitmix)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar