jam

Sabtu, 22 Juni 2013

BIOKIMIA SALIVA

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA UJI ENZIM AMILASE Disusun oleh : Fandi Taqiuddin Ridho NIM : C31120987 Dosen Pembimbing : Nurkholis, S. Pt. MP PRODUKSI TERNAK (TNK) DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN POLITEKNIK NEGERI JEMBER BAB I PENDAHULUAN 1. Landasan Teori Enzim adalah sebuah protein yang mempunyai fungsi khusus. Enzim berperan untuk mengkatalisis proses kimia (biokimia) dalam makhluk hidup atau dalam system biologi. Tanpa adanya enzim biasanya reaksi kimia akan berlangsung sangat lambat, bahkan mungkin tidak dapat terjadi. Seperti telah disinggung didepan, kerja enzim sangat khusus dan spesifik. Artinya, satu enzim hanya melakukan satu fungsi saja. Misalnya adlah enzim α-Amylase berperan dalam melakukan hidrolisis awal makanan terutama yang mengandung pati. Pati disusun oleh amilosa dan amilopektin. Amilosa merupakan polisakarida yang linier, sedangkan amilopektin adalah yang bercabang. Tiap jenis pati tertentu disususn oleh kedua fraksi tersebut dalam perbandingan yang berbeda-beda. Pada pati jenis yang rekat (addesif) amilosa dalam pati berkisar antara 20 -30% pati ada beras dan sorgum sebagian terbesar penyususnanya adalah amilopektin. Pemisahan antara fraksi amilosa dan amilopektin dapat menggunakan elektrodialisa atau dengan n – butanol atau thymol. Amilopektin larut daam n – butanol sedangkan amilosa tidak larut. Amilosa memberikan warna biru dengan larutan iodine dan amilopektin memberikan warna merah violet. BAB II METODOLOGI PRAKTIKUM • Tempat dan waktu praktikum Tempat : Laboratorium Analisis Pangan Hari / tanggal : Senin - Rabu, 20 - 22 Mei 2013 • Materi Alat  Cawan petri  Pipet tetes Bahan  Uji amilase sativa - Larutan amilum (pati) 1% - HCl 1 M - NaOH1 M - Larutan yodium encer - Air liur (saliva) – disediakan sendiri oleh prktikan  Uji amilase - Singkong rebus - Ragi - I2 • Metode  Uji amilase saliva 1. Masing-masing kelompok menyiapkan 5 buah tabung reaksi 2. Tiap tabung reaksi diisi 3 mL larutan amilum (pati), kemudian di lanjutkan dengan perlakuan-perlakuan berikut: - 3mL larutan amilum + 1mL larutan saliva + 1mL HCl 1 M , diinkubasi pada suhu 370C selama 10 menit. - 3mL larutan amilum + 1mL larutan saliva + 1mL NaOH 1 M , diinkubasi pada suhu 370C selama 10 menit. - 3mL larutan amilum + 1mL larutan saliva ,diinkubasi pada suhu 800C selama 10 menit. - 3mL larutan amilum + 1mL larutan saliva ,diinkubasi pada suhu 40C selama 10 menit. - 3mL larutan amilum + 1mL larutan saliva ,diinkubasi pada suhu 370C selama 10 menit. 3. Setelah diinkubasi, tetesi dengan 3 tetes larutan yodium. 4. Mengamati perubahan warna yang terjadi. 5. Mencatat hasil pengamatan dalam bentuk tabel.  Uji amilase Pengamatan dilakukan selama tiga hari.  Pada hari pertama - Rebus singkong kemudian dinginkan - Simpan dalam cawan petri, kemudian taburi dengan ragi, lalu peram. - Beri label T-1  Pada hari kedua - Ulangi prosedur yang sama seperti hari pertama - Beri kode T-2  Pada hari ketiga - Rebus singkong lalu dinginkan - Masing-masing contoh di tetesi dengan larutan I2 - Mengamati perubahan reaksi yang terjadi BAB III HASIL PENGAMATAN Hasil Pengamatan Enzim Amilase Sativa Tabung reaksi HCl 1 M + 1mL saliva+ 1mL amilum NaOH 1M + 1mL saliva + 1mL amilum 800C (10 menit) 40C (10 menit) 370C (10 menit) 1 Warna awal putih keruh Setelah di tetesi iodium dan dihomogenisasi, warna larutan menjadi biru kehitaman. 2 Warna awal putih keruh Setelah di homogenisasi dan di tetesi iodium, warna larutan menjadi putih agak keruh Larutan tanpa penambahan HCl ataupun NaOH (Saliva 1mL + Amilum 1mL) 3 Warna awal larutan putih keruh Setelah di tetesi iodium 3 tetes dan di homogenisasi,warna larutan menjadi putih keruh 4 Warna awal larutan putih keruh Setelah ditetesi iodium 3 tetes dan di homogenisasi, warna larutan menjadi violet 5 Warna larutan awal putih keruh Setelah ditetesi iodium 3 tetes dan di homogenisasi, warna larutan menjadi putih kebiruan Hasil Pengamatan Enzim Amilase No Perlakuan Hasil pengamatan 1 Singkong rebus yang berada pada cawan T1 yang sudah di taburi ragi, disimpan selama 3 hari kemudian ditetesi iodium 1 tetes Singkong pada cawan T1 yang disimpan selama 3 hari teksturnya menjadi sangat lembek (terfermentasi) dan jika ditetesi iodium akan menimbulkan bercak dengan warna hitam tapi pudar 2 Singkong rebus yang berada pada cawan T2 yang sudah di taburi ragi, disimpan selama 2 hari kemudian ditetesi iodium 1 tetes Singkong pada cawan T2 yang disimpan selama 2 hari teksturnya menjadi agak lembek dan jika ditetesi iodium akan menimbulkan warna hitam pekat 3 Singkong rebus yang berada pada cawan T3 tanpa penambahan ragi dan tanpa penyimpanan kemudian ditetesi iodium 1 tetes Singkong rebus pada cawan T3 , tidak di taburi ragi serta tanpa penyimpanan dan langsung ditetesi iodium , teksturnya tetap keras (karena tidak terfermentasi) dan jika di tetesi larutan iodium akan menimbulkan warna hitam yang sangat pekat. • Pembahasan : Berdasarkan data yang didapat, pada uji enzim saliva yaitu bila warna larutan biru maka enzim itu belum bekerja secara maksimal, sedangkan bila warna dari larutan itu berubah maka enzim tersebut sudah mulai bereaksi. Pada tabung 1 yang di beri HCl berwarna biru pekat, hal ini dikarenakan karena kerja dari suasana asam dapat menurunkan aktivitas enzim sedangkan pada tabung 2 diberi NaOH dan tidak berubah warna karena suasana basa dapat mempercepat aktivasi suatu enzim. Menurut literatur, Amilum setelah dihidrolisis oleh enzim α-Amylase secara berturut – turut akan membentuk dekstrin dan oligosakarida dengan masing-masing tingkat kemampuan yodium yang berbeda-beda. Amilodekstrin dengan yodium membentuk warna biru. Eritodekstrin dengan yodium membentuk warna merah. Akrodekstrin dan maltosa tidak berwarna. Selain itu, Suhu berpengaruh terhadap fungsi enzim karena reaksi kimia menggunakan katalis enzim yang dapat dipengaruhi oleh suhu. Apabila dipanaskan pada suhu yang terlalu tinggi ,suatu enzim akan rusak dan tidak dapat bekerja, hal ini disebabkan karena enzim tersusun atas protein yang akan terdenaturasi pada suhu diatas optimal (> 600C). Uji enzim amilase, pada tape singkong terdapat mikroorganisme (Saccharomyces cerevisiae ) yang dapat menghasilkan enzim. Semakin lama waktu penyimpanan singkong yang sudah ditaburi ragi maka semakin banyak pula mikroorganisme yang terdapat pada singkong maka semakin banyak pula enzim yang dihasilkan sehingga proses fermentasi menjadi lebih cepat dan tekstur tape singkong menjadi lembek. Warna biru kehitaman pada singkong setelah ditetesi iodium merupakan enzim yang tidak terurai karena tidak terhidrolisis. Sedangkan warna coklat kehitaman tersebut merupakan enzim yang mulai bekerja tetapi belum maksimal. Kesimpulan : Suhu berpengaruh terhadap fungsi enzim karena reaksi kimia menggunakan katalis enzim yang dapatdipengaruhi oleh suhu. jika warna larutan menjadi biru kehitaman menandakan bahwa enzim amilase tidak bekerja/ amilum tidak terurai. Jika warna larutan menjadi putih Hal ini menandakan bahwa enzim amilase bekerja secara sempurna menguraikan amilum (kerja enzim 100%). Jika warna larutan violet menandakan bahwa enzim amilase sedikit bekerja dalam menguraikan amilum.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar